INFO MINGGU INI
BOJONEGORO:
Pemda Kurang Kreatif Menggarap
Objek Wisata
ISENG-iseng saya tanya ke beberapa pelajar dan warga Bojonegoro:” Pernah ke pemandian Dander dan Waduk Pacal?”. Ternyata, 90 persen menjawab belum pernah. Ini sangat memprihatinkan sekali.Itu berarti objek wisata Bojonegoro memang kurang menarik. Buktinya mereka lebih senang ke Selekta, Taman Safari, Kebun Binatang Surabaya, Pasir Putih, dll.
Coba lihat Kabupaten Lamongan. Bupatinya kreatif sekali. Objek wisata alam maupun buatan dikelola dengan baik. Pengunjungnya tidak hanya dari Lamongan, tapi juga dari Tuban, Surabaya, Mojokerto, Malang,dll.
Mengembangkan objek wisata Tirta Wana Dander
Sejak saya masih duduk di bangku SR (SD) hingga saya berusia 56 tahun, Dander tetap begitu-begitu saja. Padahal bisa dikembangkan. Antara lain membuat rumah-rumah pohon (seperti di Taman Mekarsari Jakarta/Bogor). Kalau Anda naik ke rumah-rumah pohon itu maka Anda akan merasakan sensasi yang lain. Juga bisa dibangun sarana-sarana outbound. Macamnya banyak. Bisa survei ke Bali.
Mengembanagkan objek wisata Waduk Pacal
Waduk Pacal juga punya potensi untuk dikembangkan. Coba dibangun jalan setapak dengan lebar sekitar dua meter. Terbuat dari beton atau paving block yang berkualitas. Jalan setapak ini dibangun mengelilingi waduk pacal. Kemudian di kanan kirinya dibangun sekitar 25 tenda payung dari beton lengkap dengan tempat duduknya menghadap ke waduk.
Kemudian bayangkan Anda berjalan-jalan dengan keluarga, teman-teman atau pacar Anda. Wow, indah sekali rasanya. Anda akan memiliki kesan dan kenangan yang tak terlupakan.
Perlu kerja sama antara Dinas Pendidikan Dinas Pariwisata
Sebaiknya bupati Bojonegoro memadukan kerjasama antara dinas pendidikan dan dinas pariwisata. Misalnya, tiap sekolah di Bojonegoro diwajibkan mengunjungi objek wisata Dander (termasuk Kahyangan Api) dan Waduk Pacal minimal setahun sekali. Ada jadwalnya yang disusun oleh dinas pendidikan dan dinas pariwisata. Kalau tiap hari ada dua sekolah saja, maka sudah ada ribuan pelajar memadati objek wisata tersebut. Tentu, tidak boleh mengganggu jadwal ujian.
Objek wisata dalam kota
Saya melihat depan kantor pemda bisa dikembangkan sebagai objek wisata kota. Antara lain dibangun lapangan olah raga multi guna. Artinya, satu lapangan bisa untuk bermacam-macam olah raga (tenis, tenis meja, basket, voli, panahan, bulu tangkis, sepatu roda, skate board, futsal, free style sepeda, bahkan kanan kiri bisa dibangun tempat bowling (manual), dll. Ukuran lapangan tidak harus standar. Boleh juga dibangun gunung kecil lengkap dengan air terjun buatan dan di dekatnya dibangun kolam renang alami-artifisial. Perlu juga dibangun fasilitas bermain untuk anak-anak.
Dengan beroperasinya Blok Cepu nanti, maka pemda Bojonegoro akan menjadi kaya raya. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk tidak merenovasi dan mengembangkan objek-objek wisata tersebut. Dengan dana miliaran rupiah niscaya pemandian Dander, Kahyangan Api dan Waduk Pacal akan menjadi objek wisata andalan.
Dengan demikian perekonomian di sekitar Dander, Kahyangan Api dan Waduk Pacal akan berkembang pesat dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.
Mudah-mudahan e-mail ini dibaca bupati dan wakil bupati Bojonegoro dan bersedia mengembangkan objek wisata Bojonegoro dengan penuh daya kreatifitas sehingga menjadi objek wisata andalan.
Hariyanto Imadha
Penulis Kritik Pencerahan
Sejak 1973
SURAT PEMBACA (dikirim ke 200 surat kabar):
Bukan Komputerisasi KTP
UNTUK urusan KTP, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saya telah mengalami tiga hal. Yaitu, ganti KTP, memperpanjang KTP dan terakhir pindah KTP. Orang-orang bilang kabupaten ini telah melakukan komputeriusasi KTP. Namun menurut saya, belum komputerisasi. Cuma mengganti proses dari mesin ketik manual ke komputer.Cuma itu.
Ada tiga tujuan komputerisasi. Yaitu, mempercepat, mempermudah dan memmurah pelayanan. Namun yang saya alami yaitu, lebih lama, lebih berbelit dan lebih mahal. Artinya, tujuan komputerisasi tidak tercapai. Ada tiga syarat komputerisasi. Yaitu, terpusat, terpadu dan online. Kenyataannya, masih bersifat lokal, tidak terpadu dan belum online secara nasional.
Terpusat artinya, pemerintah harus punya pusat data kependudukan yang lengkap (berupa data penduduk, bank foto dan bank sidik jari). Ada Nomor Induk Kependudukan Nasional (tidak boleh berubah) dan tiap daerah memiliki NIK Daerah (jika pindah, NIK Daerah berubah). Terpadu artinya, komputer pusat data terhubung dengan komputer kelurahanm kecamatan, polsek dan catatan sipil secara online. Online artinya ada koneksi internet.
Pemilik KTP tidak perlu mondar-mandir ke RT, kelurahan, kecamatan, polsek dan catatan sipil. Cukup hanya ke kelurahan masing-masing.
Kesimpulannya, sampai hari ini Sistem Informasi Kependudukan (SIAK) secara nasional belum terealisasi. Bahkan komputerisasi KTP, baik nasional ataupun lokal belum ada.
Hariyanto Imadha
Alumni 4 PTN+2 PTS
.—————————————————————————————————–
CATATAN
Saya setuju dengan hasil survei UNDP PBB yang mengatakan:
“Kualitas SDM Indonesia ada di peringkat ke-170 dari 177 negara yang disurvei”
Artinya, SDM Indonesia (termasuk S-1,S-2 dan S-3)
tergolong bodoh,tolol dan goblok
Celakanya, kegoblokan SDM Indonesia adalah kegoblokan permanen
METAFISIKA:
Tragedi Situ Gintung
Isyarat adanya Penggelembungan Suara Pemilu
TRAGEDI jebolnya tanggul Situ Gintung, Banten, bukanlah peristiwa yang terjadi secara kebetulan. Tuhan tentu tahu semua hal yang akan terjadi. Bahkan semua kejadian di dunia ini pasti sudah diketahui Tuhan. Danapa yang terjadi pada alam dan masyarakat sebenarnya merupakan bahasa alam dan bahasa sosial yang harus dipahami oleh bahasa manusia.
Jebolnya tanggul merupakan simbol betapa rapuhnya manajemen pemilu 2009 ini. Membludaknya air dari Situ Gintung merupakan terjadinya penggelembungan suara pada pemilu 2009. Kalau jebolnya tanggul tersebut menjelang pemilu, itu bukan karena faktor kebetulan. Tuhan tidak pernah menciptakan peristiwa berdasarkan kebetulan-kebetulan saja. Tuhan pasti menciptakan peristiwa tepat pada waktunya.
Jatuhnya ratusan korban tewas dan luka-luka merupakan sinyal bahwa pemilu 2009 akan memakan banyak korban di kalangan masyarakat, politisi maupun pemimpin bangsa.
Sekali lagi, Tuhan tidak pernah menciptakan peristiwa berdasarkan kebetulan-kebetulan. Tuhan tidak mungkin menciptakan peristiwa tanpa ada maksud dan tujuannya. Sesungguhnya bahasa alam dan bahasa masyarakat merupakan sinyal-sinyal yang diberikan oleh Tuhan akan akan terjadinya suatu peristiwa.
Hariyanto Imadha
E-mail:indodata@yahoo.com
PSIKOLOGI:
Gejala Psikopat
PSIKOPAT
Secara harfiah berarti sakit jiwa. Pengidapnya juga sering disebut sebagai Sosiopat karena prilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.( Wikipedia)
Gejala-gejala Psikopat:
Menurut seorang ahli psikopati dunia yang menjadi guru besar di Universitas British Columbia, Vancouver, Kanada bernama Robert D. Hare:
1. Sering berbohong dan dangkal.
Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan sok tahu dan sok pintar di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain.Padahal sebenarnya tak mengerti.
2. Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
Suka melecehkan orang lain atau menganggap orang lain bodoh tanpa didukung argumentasi faktual.
3. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah.
Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
4. Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah
5. Sikap antisosial di usia dewasa.
6. Kurang empati.
7. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan provokatif.
8. Impulsif dan sulit mengendalikan diri.
Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.
9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
10. Manipulatif
11. Hidup sebagai parasit
NB:Tulisan ini merupakan ringkasan dan disesuaikan dengan fakta-fakta yang ada sekarang.
Disarikan oleh:
Hariyanto Imadha
E-mail:indodata@yahoo.com
METAFISIKA:
Ponari = (Po)litik (Na)sional (Ri)cuh
ILMU metafisika adalah ilmu yang mempelajari maksud daripada gejala alam atau sosial. Artinya, kejadian-kejadian fisik alam dan sosial sebenarnya merupakan bahasa alam dan bahasa sosial yang kadangkala merupakan peringatan dari Tuhan.
Banyaknya bencana alam banjir dan lain-lain merupakan peringatan agar manusia memelihara alam dan lingkungannya dengan baik. Demikian pula peristiwa sosial seperti banyaknya tawuran antarwarga, antarmahasiswa, antarpelajar, dan peristiwa-peristiwa sosial yang frekuensinya tidak wajar juga merupakan peringatan bagi umat manusia.
Munculnya fenomena Ponari juga merupakan tanda-tanda akan terjadinya sebuah peristiwa. Hal ini sama dengan sebelum terjadinya peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI. Kasus mBah Suro saat itu juga membawa simbol-simbol. Misalnya, semua orang yang datang ke mBah Suro akan diberi tiga benda, yaitu (p)enthung, (k)olor dan (i)kat kepala yang kalau disingkat adalah (p)(k)(i) atau PKI.
Demikian pula fenomena Ponari membawa sinyal:
1.Ponari merupakan sinyal akan terjadinya (Po)litik (na)sional (ri)cuh.
2.Banyaknya pasien Ponari melambangkan banyaknya parpol,caleg dan capres sekarang ini
3.Batu petir Ponari melambangkan kekuatan,kekuasaan atau jabatan (jabatan anggota DPR,DPD dan presiden)
4.Sikap pasien Ponari yang tidak rasional melambangkan sikap para politisi yang tidak mampu mengukur kemampuan dirinya sendiri
5.Tewasnya beberapa pasien Ponari merupakan lambang tewasnya beberapa politisi ternama di dalam pemilu 2009 nanti.
Dengan memahami bahasa alam dan bahasa sosial, maka kita bisa memprediksikan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Bukan hanya bencana politik, tetapi simbol akan terjadinya bencana alam.
Orang yang mengerti ilmu metafisika percaya bahwa, awal dan akhir pemerintahan SBY akan diwarnai bencana alam yang maha dahsyat (mega disaster). Awal pemerintahan SBY diawali bencana tsunami di Aceh dan akan diakhiri dengan bencana alam yang dahsyat pula.
Percaya atau tidak, itu hak Anda.
Hariyanto Imadha
E-mail:indodata@yahoo.com
ARTIKEL PERMANEN:
Penghinaan Melalui Email
SUDAH dua tahun ini saya (Hariyanto Imadha) menerima email-email pelecehan. Tahun pertama saya dilecehkan di Milis Smansabo dan tahun kedua di Milis Bojonegoro. Jumlah email ada puluhan dan semua masih tersimpan rapi di inbox email saya.
Pengirimnya bernama Maulana Rifqi Nur Fajri dengan alamat email timott_skip@yahoo.com. Saya tidak kenal dia. Tidak pernah bicara. Tapi saya tahu dia adalah seorang guru di SMAN Bojonegoro. Saya juga tidak tahu apa motivasi dia selalu menyerang semua email saya. Bahkan artikel yang saya muat di blogpun dikomentari negartif di milis.
Walaupun email itu dibuat atas nama pribadi, namun tingkah laku guru di masyarakat, akan dinilai oleh masyarakat
Di bawah merupakan salah satu emailnya yang dimuat di Milis Bojonegoro:
.—————————————————————————————————-
[bojonegoro] Pilkada jatim – IQ jongkok para pakar hukum
Monday, 9 February, 2009 06:40
From:
“Maulana Rifqi Nur Fajri” <timott_skip@yahoo.com>
Add sender to Contacts
To:
Bayangkan pilkada jatim akan terus diulang, sampai kapan ? kata
Khofifah perjuangan moral itu never ending. Heheheehhehe. ..
Saya melihat ini adalah cermin ketololan para pakar hukum kita, baik
dia berasal dari UGM, UI, UNDIP, UNAIR maupun perguruan tinggi yang
lain. Pakar2 hukum yang sama sekali gak punya otak, dan logikanya
gak gak ada. Jadi biarpun mereka belajar filsafat ndakik2, belajar
logika ini itu, tapi kenyataannya adalah nol besar !!
Maka tak heran jika ada orang yang ngaku pakar hukum di negeri ini,
mengaku ahli logika dan filsafat dan dia ikut milist ini, tapi
setiap posting dia akan menimbulkan kebingungan dan kadang jadi
bahan tertawaan. Padahal dia lulusan 6 perguruan tinggi negeri !!!
heheheheheheh. ..
pilkada ada suatu proses yang jelas, orang nyoblos, kemudian di
hitung, di catat, disitu ada saksi dari masing2 yang ikut. Kemudian
masing2 dapat berkas catatan itu. Ya kalau ada kecurangan khan
jelas, sejelas kita liat orang mbunuh orang di pasar misalnya.
Disitu juga jelas siapa ketua kppsnya, siapa anggotanya, dimana
mereka tinggal.
Yang seperti itu para pakar hukum kita gak bisa ngatasi ?? bahkan
kalau mereka butapun saya kira meraka akan bisa ngatasi. Kecuali
kalau mereka buta, tuli dan kemudian bisu J
kalau ada kecurangan mustinya hari itu juga saksi lapor polisi,
polisi akan menyidik, kalau benar ada masalah maka akan masuk
pengadilan, kemudian disitu diputuskan. Ndak perlu mahkamah
konstitusi di jakarta, cukup pengadilan negeri di kabupaten. Saya
kira tidak sampai seminggu masalah itu selesai.
Kemudian disitu bisa dilihat apakah kecurangan itu struktural atau
parsial, sampai berapa persen kecurangan itu. Apa sampai membuat
Karsa kalah ??
yahh.. pakar hukum kita memang gak punya otak, dan gak bisa
itung2an. Walau gelar mereka sederet, SH, MH, MM, Msi dan
sebagainya. Walaupun ngakunya jebolan beberapa perguruan tinggi.
Tetap saja kenyataannya mereka dungu !
.—————————————————————————————————–
KESIMPULAN DAN KOMENTAR SAYA:
1.Email tersebut dibuat berdasarkan emosi dan pertimbangan subjektif
2.Email tersebut bernada menyakiti perasaan seseorang atau orang lain
3.Email tersebut merupakan pelecehan terhadap profesi sarjana hukum
4.Kata IQ jongkok merupakan penghinaan terhadap institusi UI,UGM,UNDIP dan Unair
5.Email tersebut menggambarkan penulisnya sedang stres,frustrasi atau depresi
6.Penulis email terkesan sok tahu dan sok pintar (tidak tahu ilmu logika bicara logika,tidak tahu ilmu filsafat bicara filsafat dan tidak tahu ilmu hukum bicara hukum)
7.Karena anggota Milis Smansabo dan Milis Bojonegoro yang memiliki predikat alumni 6 perguruan tinggi hanya saya, maka email tersebut merupakan penghinaan terhadap saya yang dilakukan secara terbuka (di depan umum)
8.Karena email seperti itu sudah dibuat sejak dua tahun yang lalu, maka saya punya kesan penulis email tersebut mengalami gejala gangguan kejiwaan (psikopatik atau bahkan paranoid).
Itulah contoh pelecehan lewat email yang dilakukan oleh guru SMAN Bojonegoro. Saya sebagai alumni SMAN Bojonegoro merasa sedih, prihatin dan malu karena di SMAN tersebut ada guru yang tidak mampu bermasyarakat dengan wajar.
Walaupun email tersebut dibuat atas nama pribadi, namun tingkah laku seorang guru di masyarakat, akan dinilai oleh masyarakat.
Berdasarkan UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE) pada 21 April 2008 pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (1) dan KUHP Bab XVI Pasal Penghinaan, Pasal 310 ayat (1) dan ayat (2) ,maka Maulana Rifqi Nur Fajri bisa digugat secara hukum, baik oleh saya maupun para alumni FH-UI,FH-UGM,FH-Umdip dan FH- Unair.
Hariyanto Imadha
Alumni SMAN
Bojonegoro
NB:Artikel ini merupakan Artikel Permanen yang dimuat di Blog BojonegoroCity di http://bojonegorocity.wordpress.com. Email saya ini merupakan pembelaan diri saya sesuai dengan KUHP Pasal 310 ayat (3).
2 comments Juni 23, 2007























