BOJONEGORO:Pemda Kurang Kreatif Menggarap Objek Wisata
Juli 13, 2011 at 10:28 pm 2 komentar
ISENG-iseng saya tanya ke beberapa pelajar dan warga Bojonegoro:” Pernah ke pemandian Dander dan Waduk Pacal?”. Ternyata, 90 persen menjawab belum pernah. Ini sangat memprihatinkan sekali.Itu berarti objek wisata Bojonegoro memang kurang menarik. Buktinya mereka lebih senang ke Selekta, Taman Safari, Kebun Binatang Surabaya, Pasir Putih, dll.
Coba lihat Kabupaten Lamongan. Bupatinya kreatif sekali. Objek wisata alam maupun buatan dikelola dengan baik. Pengunjungnya tidak hanya dari Lamongan, tapi juga dari Tuban, Surabaya, Mojokerto, Malang,dll.
Mengembangkan objek wisata Tirta Wana Dander
Sejak saya masih duduk di bangku SR (SD) hingga saya berusia 56 tahun, Dander tetap begitu-begitu saja. Padahal bisa dikembangkan. Antara lain membuat rumah-rumah pohon (seperti di Taman Mekarsari Jakarta/Bogor). Kalau Anda naik ke rumah-rumah pohon itu maka Anda akan merasakan sensasi yang lain. Juga bisa dibangun sarana-sarana outbound. Macamnya banyak. Bisa survei ke Bali.
Mengembangkan objek wisata Waduk Pacal
Waduk Pacal juga punya potensi untuk dikembangkan. Coba dibangun jalan setapak dengan lebar sekitar dua meter. Terbuat dari beton atau paving block yang berkualitas. Jalan setapak ini dibangun mengelilingi waduk pacal. Kemudian di kanan kirinya dibangun sekitar 25 tenda payung dari beton lengkap dengan tempat duduknya menghadap ke waduk.
Kemudian bayangkan Anda berjalan-jalan dengan keluarga, teman-teman atau pacar Anda. Wow, indah sekali rasanya. Anda akan memiliki kesan dan kenangan yang tak terlupakan.
Perlu kerja sama antara Dinas Pendidikan Dinas Pariwisata
Sebaiknya bupati Bojonegoro memadukan kerjasama antara dinas pendidikan dan dinas pariwisata. Misalnya, tiap sekolah di Bojonegoro diwajibkan mengunjungi objek wisata Dander (termasuk Kahyangan Api) dan Waduk Pacal minimal setahun sekali. Ada jadwalnya yang disusun oleh dinas pendidikan dan dinas pariwisata. Kalau tiap hari ada dua sekolah saja, maka sudah ada ribuan pelajar memadati objek wisata tersebut. Tentu, tidak boleh mengganggu jadwal ujian.
Objek wisata dalam kota
Saya melihat depan kantor pemda bisa dikembangkan sebagai objek wisata kota. Antara lain dibangun lapangan olah raga multi guna. Artinya, satu lapangan bisa untuk bermacam-macam olah raga (tenis, tenis meja, basket, voli, panahan, bulu tangkis, sepatu roda, skate board, futsal, free style sepeda, bahkan kanan kiri bisa dibangun tempat bowling (manual), dll. Ukuran lapangan tidak harus standar. Boleh juga dibangun gunung kecil lengkap dengan air terjun buatan dan di dekatnya dibangun kolam renang alami-artifisial. Perlu juga dibangun fasilitas bermain untuk anak-anak.
Dengan beroperasinya Blok Cepu nanti, maka pemda Bojonegoro akan menjadi kaya raya. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk tidak merenovasi dan mengembangkan objek-objek wisata tersebut. Dengan dana miliaran rupiah niscaya pemandian Dander, Kahyangan Api dan Waduk Pacal akan menjadi objek wisata andalan.
Dengan demikian perekonomian di sekitar Dander, Kahyangan Api dan Waduk Pacal akan berkembang pesat dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.
Mudah-mudahan e-mail ini dibaca bupati dan wakil bupati Bojonegoro dan bersedia mengembangkan objek wisata Bojonegoro dengan penuh daya kreatifitas sehingga menjadi objek wisata andalan.
Hariyanto Imadha
Penulis Kritik Pencerahan
Sejak 1973
Entry filed under: Uncategorized. Tags: bojonegoro, kreatif, kurang, menggarap, objek, pemda, wisata.
2 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

















1.
Salimalay | Oktober 9, 2011 pukul 3:30 pm
Jangan banyak berharap pemimpin bojonegoro, dari dulu sampe skarang sama gak ada bedanya. Kalo boleh jujur sbg rakyat udah jengkel dan gemes ingin menjitak.
TANGGAPAN
Benar.Kebanyakan pemimpin Indonesia tidak memiliki kemapuan manajemen yang profesional.
2.
Prabu Wijaya | November 10, 2011 pukul 4:04 pm
mungkin pemimpinnya gak terlalu pintar
TANGGAPAN:
Yang pasti kurang kreatif.